Persyaratan Mencari Ilmu

Posted on July 19, 2009

0


Oleh: Ahmad Riyad Firdaus

Ilmu merupakan sebuah bekal yang paling utama. Alloh sangat mencintai orang-orang yang berilmu dan mencari ilmu. Saking pentingnya mencari ilmu, orang yang meninggal dalam majlis ilmu sama dengan orang yang mati syahid. Alloh akan meninggikan derajat atau kedudukan hambanya yang mencari dan memiliki ilmu, sebagaimana dalam firmannya QS. QS. Al-Mujadilah [58]:11: ” YARFA’ILLAAHULLADZIINA AAMANUU MINKUM, WALLADZIINA UTUL ILMA DAROJAAT”, Alloh akan meninggikan kedudukan atau derajat diantara kamu yang beriman dan mencari ilmu. Tetapi, ilmu yang bagaimana yang dimaksud? yaitu ilmu yang memberikan manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang banyak atau masyarakat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Rosululloh SAW bersabda: “MAN AROODA DUNYA FA’ALAIHI BIL ILMI, WAMAN AROODALAKHIROH FA’ALAIHI BIL ILMI, WAMAN ARODAHUMAA FA’ALAIHI BIL ILMI”  Barang siapa yang menginginkan/mengharapkan keutamaan dunia, keutamaan tersebut dapat diperoleh dengan ilmu, Barang siapa yang menginginkan keutamaan di akhirat, keutamaan tersebut dapat diraih dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya maka, maka hal tersebut dapat diraih dengan ilmu.

Ilmu yang kita inginkan, tidak akan datang dengan sendirinya. Perlu ada perjuangan dan perlu ada keinginan yang kuat dalam hati setiap insan agar ilmu yang kita inginakn dapat diperoleh. Jika ingin memperoleh ilmu tentang kedokteran, belajarlah dengan baik tentang kedokteran pada orang yang ahli di bidang kedokteran. Jika ingin memperoleh ilmu perkapalan, belajarlah dengan baik tentang perkapalan pada orang yang ahli dibidang perkapalan, dan lain sebagainya. Tetapi Alloh tidak akan meridloi orang yang hanya belajar kedokteran saja, yang Alloh ridloi adalah orang yang belajar kedokteran juga memperdalam ilmu syar’i yang bisa membuat setiap insan dekat dengan sang Penciptanya. Keseimbangan dalam kehidupan ini akan jauh lebih memberikan manfaat dan ketenangan dan akan mendapat perhatian yang lebih dari Alloh SWT sang Kholiq.

Ada bebeapa hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin sukses dalam mencari ilmu. Sayyidina Ali Karromalloh Wajhah berkata dalam sebuah syairnya: ALAA LAN TANALAL ILMA ILLA BISITTATIN, SAUNBIIKA AN TAFSILIHA BIBAYAANIN: DZAKAAIN, WAHIRSHIN, WASHTIBAARIN, WABULGHOTIN, WAIRSYAADIL USTAADZ, WATUULIZZAMAN. Ingatlah wahai manusia, tidak akan pernah kalian semua mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 persyaratan:

1. Harus memiliki akal yang sehat

Orang tidak akan memperoleh ilmu yang baik apapun, jika fikirannya selalu dipenuhi dengan kekotoran. Atau tidak akan memperoleh ilmu seseorang jika ada gangguan kesehatan akalnya. Manfaatkan anugerah dan potensi yang Alloh berikan kepada kita, yaitu akal yang sehat.

2. Memiliki keinginan yang kuat

Tanpa keinginan yang kuat, sebesar apapun cita-cita kita, sebesar apapun tujuan kita, tidak akan pernah tercapai. Lawannlah segala bentuk kemalasan yang ada pada diri kita. Perjalanan waktu tidak akan surut kebelakang, cegahlah penyesalan dengan keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu.

3. Kesabaran

Dengan kesabaran dan keuletan, sesulit apapun hambatan yang menghalangi keinginan dan tujuan yang ingin kita capai, semuanya akan terasa mudah. Karena dengan bekal kesabaran dan keuletan akan tumbuh keikhlasan, dengan tumbuhnya keikhlasan segala urusan akan terasa ringan, sesulit apapun ilmu yang kita pelajari akan terasa mudah untuk dipahami.

4. Bekal yang cukup

Bekal bukan berarti hanya materi, tetapi yang paling utama adalah potensi atau anugerah yang Alloh berikan kepada kita yaitu kesehatan. Gunakannlah waktu sebaik-baiknya, mumpung dalam keadaan sehat sebelum datang sakit. Dengan bekal kesehatan, bekal materi akan mudah diperoleh.

5. Petunjuk Ahli ilmu

Guru adalah tempat yang tepat untuk bertanya secara interaktif. Guru adalah tempat yang tepat untuk menggali seluruh keilmuan yang dimilikinya. Guru disini adalah orang ahli ilmu, atau expert dalam bidang keilmuan. Mencari ilmu tidak cukup hanya berguru kepada buku, mencari ilmu tidaklah cukup hanya mengandalkan pengalaman. Untuk menghindari dari salahnya kita memahami ilmu, harus ada tempat bertanya. Sebaik-baiknya tempat bertanya adalah ahli ilmu.

6. Meluangkan waktu

“Gunakan masa luangmu sebelum datang masa sempitmu”, itu adalah potongan hadits Rosululloh SAW (diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Al-Baihaqi) yang mengisyaratkan pentingnya memanfaatkan waktu luang. Malas adalah musuh besar bagi pencari ilmu. Dengan kemalasan, waktu akan terasa sempit. Dengan memanfaatkan waktu luang, mumpung masih diberi umur, mumpung masih muda, mumpung sehat dan aji mumpung lainnya niscaya keinginan dalam memperoleh ilmu akan tercapai.

Jangan  pernah bermimpi akan dapat ilmu dengan sendirinya, tanpa ada keinginan yang kuat yang tertanam dalam diri kita masing-masing. Wallahua’lam.

Advertisements
Posted in: Taushiyah